a

Facebook

Twitter

Copyright 2015 Libero Themes.
All Rights Reserved.
Search
Menu

 

Marianus Mendrofa, SH : Wanaartha Life Digugat Pemegang Polis

FMP Law Firm > News  > Marianus Mendrofa, SH : Wanaartha Life Digugat Pemegang Polis

Marianus Mendrofa, SH : Wanaartha Life Digugat Pemegang Polis

JAKARTA, POSFLORES.COM—Sejumlah pemegang polis asuransi Wanaartha Life menggugat perusahaan PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha tersebut karena terkait gagal bayar atas pengakhiran polis.

“Pada tanggal 03 Februari 2020 kemarin Klien kami telah mengajukan pengakhiran seluruh polis milik klien kami dan menyerahkan seluruh polis asli dan dokumen lainnya di kantor pusat PT. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Grha Wanaartha, Jl. Mampang Raya No. 76, Jakarta Selatan,” kata Marianus Mendrofa kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Marianus pun menjelaskan, Pengakhiran polis tersebut tidak dicairkan oleh Wanaartha kepada kliennya.

Bukan mendapatkan pencairan, lanjut Marianus menuturkan justru pada tanggal 12 Februari 2020 Wanaartha melalui Direktur Yanes Y. Matulatuwa tiba-tiba mengeluarkan Surat No:019/BOD/WAL/II/2020 kepada semua Pemegang Polis.

”Tanggal 21 Januari 2020, perusahaan mendapatkan informasi secara informal yang menyatakan bahwa ada perintah pemblokiran atas rekening efek milik perusahaan dari pihak yang berwenang,” paparnya.

Melihat dasar yang ada, advokat dari Kantor FMP Law Firm ini pun mengambil sikap tegas dengan melakukan sejumlah langkah hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena tidak ada etikad baik dan kepastian yang diberikan oleh wanaartha maka kami telah memutuskan untuk menempuh upaya hukum untuk memperjuangkan hak-hak klien kami,” tegasnya.

a

Pada tanggal 24 Juni 2020 Kami telah mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hal ini karena dalam ketentuan polis pilihan hukumnya apabila ada perselisihan diselesaikan di Pengadilan Negeri sesuai dengan domisili pemegang polis. Tegas Marianus Mendrofa,SH

Klien Kami sebagai pemegang polis tidak tau-menahu sistem kerjasama bisnis dengan pihak lain dan bagaimana rekening efek dari wanaartha di blokir atau di sita oleh kejagung, Klien Kami hanya menuntut haknya, terlebih pengakhiran polis milik Klien Kami dilakukan sebelum ada surat pemberitahuan pemblokiran rekening efek milik wanaartha kepada para pemegang polis.

“Adapun Tuntutan ganti rugi dari gugatan kami tersebut adalah meminta majelis hakim Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian yang dialami Para Penggugat baik materiil maupun immateril kepada Penggugat dengan dibayar tunai dan sekaligus sebesar Rp. 5.450.000.000 (lima milyar empat ratus lima puluh juta rupiah) dan membayar bunga,” pungkasnya kembali. [Frizal]

sumber : posflores.com

No Comments

Leave a Comment